Bahaya Akibat Sperma Terkena Mata


Bagaimanakah apabila cairan sperma masuk mata apa akibatnya

Bagaimanakah apabila cairan sperma masuk mata apa akibatnya

Bahaya Akibat Sperma Terkena Mata – Seks oral merupakan salah satu satu variasi bercinta favorit para pria, meski begitu tetap saja yang harus diwaspadai karena dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit menular melalui seks oral, diantaranya adalah radang mulut dan kanker tenggorokan, namun bagaimanakah apabila cairan sperma masuk mata apa akibatnya?

Bagi Anda yang tengah menunda kehamilan, ejakulasi di luar vagina menjadi hal yang lazim. Tapi bagaimana jika pasangan terlalu bersemangat menarik Mr.P keluar saat menjelang ejakulasi, kemudian spermanya menyemprot hingga sperma masuk mata Anda?

Pada prinsipnya cairan sperma tidak membahayakan mata, tapi masih berisiko mencederai apabila pemilik dari cairan sperma terkait mengidap penyakit menular seksual. Bahaya apa sajakah jika mata terkena cairan sperma dari orang yang mengidap penyakit menular seks?

Bahaya Cairan Sperma Kena Mata dari Penderita Penyakit Menular Seks

Bahaya akibat sperma terkena mata dapat menyebabkan gangguan atau penyakit pada mata, karena cairan semen tersebut dapat menjadi media perantara menularnya penyakit menular seksual.

Orang dewasa bisa mendapatkan konjungtivitis gonokokal melalui hubungan seksual misalnya jika sperma yang terinfeksi masuk ke dalam mata. Biasanya konjungtivitis hanya menyerang satu mata.

Chlamydia tidak hanya menginfeksi alat kelamin, tapi bisa juga menjangkiti mata dan menyebabkan terjadinya konjungtivitis jika cairan sperma yang terinfeksi terkena mata. Mata yang terinfeksi akan terasa perih, bengkak, teriritasi, dan mengeluarkan cairan.

Dalam waktu 12-48 jam setelah infeksi mulai, mata menjadi merah dan nyeri. Jika tidak diobati bisa terbentuk ulkus kornea, abses, perforasi mata bahkan kebutaan. Untuk mengatasi konjungtivitis gonokokal bisa diberikan tablet, suntikan maupun tetes mata yang mengandung antibiotik.

Diagnosis Chlamydia

Chlamydia dapat didiagnosis dengan cara yang mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit, yaitu menggunakan alat penyeka yang berbentuk seperti cotton bud atau melalui tes sampel urine. Infeksi yang terdapat di dalam tubuh dapat diketahui dengan cara menganalisis sampel urine di laboratorium.

Alat penyeka tipis dimasukkan ke ujung penis untuk mendapatkan sampel dari saluran pembuangan urine atau uretra. Alat penyeka bisa digunakan untuk mengumpulkan sel dari kelopak mata jika mata Anda mengalami peradangan dan mengeluarkan cairan akibat infeksi chlamydia.

Tes sebaiknya dilakukan kembali setelah tiga bulan untuk memastikan infeksi chlamydia sudah hilang sepenuhnya. Chlamydia tidak dapat dideteksi dengan tes darah atau pap smear.

Pencegahan Akibat Sperma Terkena Mata

Mata tersemprot sperma memang hanya menyebabkan rasa perih selama beberapa jam dan tidak akan menimbulkan bahaya apa pun. Namun jika pasangan mengidap penyakit kelamin seperti Chlamydia, bakteri akan masuk ke dalam mata dan menularkan Chlamydia.

Agar sperma tidak masuk ke dalam mata, biasakan untuk memejamkan mata atau menengadahkan kepala saat pasangan hendak ejakulasi. Alternatif lain, gunakan kondom agar pasangan bisa leluasa keluar di dalam.

Jika cairan sperma masuk ke dalam mata, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah membilas mata Anda dengan air bersih yang mengalir.

loading...

Bahaya Akibat Sperma Terkena Mata